Cerpen Mereka Semangat Hidupku 2017

Ilutrasi Sahabat Sejati
Karya : Wiwin Nurkholipah
Siswa MA Nurul Hikmah Haurgelis

“Panjat! Panjat! Panjat! Ayo sedikit lagi. Iya mau nyampe tuh! Nah, ambil yang itu! Nah ayo ambil! Yes, dapet”. Seperti itulah gemuruh suara orang-orang yang ada disekitar tempat itu. Riana yang sedang membayangkan itupun sambil senyum-senyum seniri. Seperti halnya orang-orang yang lain. Riana juga sangat berantusias dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dia sangat menyukai kemerdekaan itu, karena menurutnya hari itu aslah hari yang sangat menyenangkan.

Banyak sekali macam-macam perlombaan yang akan diselenggarakan. Seperti panjat pinang, makan kerupuk, masukan pak e dalam botol dan masih banyak lagi. Sedang asyiknya Riana melamun, Salsa teman sekaligus sahabatnya datang membuyarkan lamunannya. “Woy! Ngelamunin apa sih lo? Sampe senyum-senyum sendiri gitu. Jangan-jangan lamunin gua yah? Hayo ngaku, ahhahaha”.  Riana pun membantah “Apaan sih Sal! Ngagetin aja, ganggu lagi PD banget sih lo kalo ngomong, Huft....Strawberry mangga apel sorry ga level”. Lalu menjulurkan lidahnya “hahaaha. Emang lagi lamunin apaan sih? Kayaknya seneng banger”. Dengen sigapnya Riana menjawab “ Aelah kepo kamu Sal”. Sesekali menyenggol Salsa “hellow serorang salsa itu harus tau semua tentang sahabatnya terutama berita yang lagi update, trending topic, viral da”

Belum sempat Salsa meneruskan pembicaraannya, Riana terlebih dahulu munutp mulutnya. Baginya, Salsa adalah sahabat yang alay, terlalu menyukai zaman tapi tidak seperti anak zaman sekarang yang dekat Cuma ada butuhnya doang. “Salsa! Udakan ngerocosnya? Gue mau ke kantin “lalu riana melepaskan tangannya di mulut Salsa kemudian beranjak dari tempat duduknya. Salsa hanya melempari senyum kudanya, dan beranjak dari tempat duduknya  juga kemudian mengikuti Riana. “Nyengir lo!”. Lalu berjalan menuju kantin dan diikuti oleh Salsa.

Hari ini semua siswa disekolah sedang sibuk memeprsiapkan hari kemrdekaan. Terutama Riana sebagai wakil ketua OSIS, yang menata dan menagtur semua jalannya acara, meski ada ketua yang sering membantunya. Selama semuanya sibuk dengan urusannnya masing-masing, Salsa melamuni unek-unek yang mengahantui pikirannya mengenai Riana yang belakangan ini sperti ingin menjauh dari event perlomabaan di kemerdekaan. Padahal ia sangat antusias saat menyambutnya sekaligus yang mengaturnya. 

Salsa berfikir jika Riana tak menyukai bahkan untuk berpartisipasi dalam lomba Pucang alias panjat pinang, yang jelas dia tak mau kulitnya gosong karena terik matahari. Begitupun dengan lomab makan kerupuk, Riana sangat takut dengan kamera jahat ketika mukanya yang terlihat komuk alias kondisikan muka. Selain itu juga dia mem[unyai pengalam pahit saat mengikuti lomb memasukan paku kedalam botol, saat detik terkahir memasukan paku ia malah kentut respon semua kelompoknya tak tahan untuk tertawa. “Sal, Riana dimana?”. Tanya lelaki “Eh Ka Ketos, itu disana”.

Kakak Ketua OSIS pergi menghampiri Riana. Dia ini sangat menyayangi Riana, karena sangat menginginkan adik perempuan. “Hey De, Gimana sudah siap semua kan?” ucapnya “Eh kaka, iya nih beres dan perfecto”. Riana yang genit pun mengedipkan sebelah matanya “OK, kalau gitu kakak mau ngecek yang lain, maksih ya, kamu salah satu adik yang paling cerdas, bangga banget deh”. Tiba-tiba  datang Salsa yang mengacaukan pembicaraan. “Woy...woy...woy..Eh Ka, sorry ya kak ganggu bentar, oh rin nanti kalau udah selsai ngobrolnya gue tunggu di kantin Ok! Duluan yah, kakak ganteng, Riana cantik eh tapi lebih cantik gue”. Ucap salsa pada riana langsung cus ke kantin. “Iihhhhh... dasar perut karung lo Sa”. Jawabnya teriak kencang. “ Heh gak boleh gitu de sama temen sendiri, ya udah kakak permisi dan tetap semnagat ya!” Tegurnya. “Unch......iya ka sayang maksih”.

Riana langsung pergi ke kantin, Salsa yang sudah menunggunya sedang negmil kayak di prasmanan. Riana duduk di sebelahnya. “Rin, gue mau nanya satu hal ke lo, kenapa lo gak mau ikut lomba kayak dulu lagi?”. Tanya Salsa “Gue mau cerita yang sebenarnya, asalkan lo gak cerita ke yang lainnya, semua ini berawal dari lomba panjat pinang, namun saat gue sudah ada di puncak ada tragedi, Pucang yang Gue panjat dengan Kakak terjatuh dan menimpa kita, akhirnya di bawa rumah sakit, tapi kakak tak bisa terselamatkan, jadi rasa takut itu masih ada dibenak gue”. Ceritanya ke Salsa “Maafin, Gue gak bermaksud mengulang masa lalu, sekarang lo semnagat gak boleh nyerah disini ada gue dan kak ketos!”. Tak kuasa Riana langsung memeluk Salsa. “ Makasih untuk semuanya Sal”.


Esoknya, perayaan 17 an berlangsung dengan meriah. Riana juga mengikuti berbagai macam lombanya. Dia pun mendapat banyak hadiah dari hasil menaiki Pucang. Semnagat hidupnya kembali memabara berkat sahabatnya yang selalu ada.

Bingung akun grab mu kena suspend ? Dapatkan solusinya!

0 Response to "Cerpen Mereka Semangat Hidupku 2017"

Post a Comment

Blog allow coment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel