Cerpen 10 Menit Lagi 2017

Ilustrasi 10 menit lagi
Karya: Dewi Fatimah

Di luar begitu gelap dengan gerimis yang menantikan kerinduan, disitulah aku tertidur di kamar menikmati hidup yang di berikan sang pencipta. " Oh Tuhan bahagia hidup ini" Pikir ku. Aku lanjut membuka sesuatu di Facebook, ku tarik bolak balik tapi tak kunjung ada yang menarik. Imajinasi semakin menjadi, gantilah profil dengan kenangan semasa kuliahku, cuma ada sesuatu rasanya yang mengganjal di benakku" Kalau ku ganti ini, dia pasti marah" Langsunglah ku ubah profil menggantinya dengan foto idolaku. 


Bimbang hati ini, dia tak kunjung ada kabar muncul berbagai anggapan. "Apa dia marah?? Apa dia sibuk?? Apa dia gak tau??" Itu lah yang terlintas. Tak kunjung datang, ku coba mencari sesuatu yang bisa menghibur dan membuat tak jenuh. Tak sengaja ku scroll terlihat sebuah video yang misterius, selintas wanita itu nampak sangat dingin memakai baju merah dengan rambut panjang yang terurai. Sungguh menarik yang sesuai dengan selera ku, mulailah menonton tayangan videonya. 

Terbawa suasana pesulap  dengan menyuguhkan suatu kreasi yang belum ku temukan. 
Mirip sekali dengan film horor di Jepang, dan Annabelle yang pernah di tonton, seperti kostum dengan suasana horor ala Eropa. Wanita itu sungguh misterius, ku sampai terkagum-kagum, penampilannya sungguh di kemas sangat rapih dan horor. Sela detik yang berjalan, ku lihat ponselku terlihat menyala, ternyata dia menelfon. Berbunga-bungalah aku, ternyata gerimis membawakan rindu telah memberi tahunya. Ku mulai pembicaraan "Hallo sayang" terdengarlah suara yang di rindukan" Kamu lagi ngapain??" Tanyanya. "Ku lagi nonton video Riana, finalis pesulap di Asia got talent, horor banget tau coba deh kamu tonton" beritahuku. 

Dia pun meresponnya dengan sangat cepat, bercerita mengenai Riana sang pemenang di Asia Got talent. Terlalu semangat, seperti burung beo yang berkicau kepemiliknya. Kelincahan ku saat bercerita kini pupuslah sudah dia tak merespon lagi, yang ku dengar hanya kesunyian "Galih!!!!!!" Teriakku. Segitu kencangnya ku berteriak dia tak mendengar, ku yakin dia pergi meninggalkan ponselnya " Tau ah BT, ku cerita gak di dengerin!!!" Kesalku, tak tahan dengan perlakuannya ku langsung reject.

Terlampau kecewa ku langsung meninggalkan pesan "Ku lagi gak mau ngomong, lagi bad mood, jangan nelfon dulu". Ku liat diponsel terlihat ada panggilan, ternyata dari dia. Perasaan yang terlanjur kalut, tak sanggup mengangkatnya hanya meninggalkan sebuah pesan singkat" Aku lagi gak mau ngomong" . Ku kira dia paham maksud pesan itu, malah menjadi-menjadi. Sampai segitunya kah pesan yang ku kirim membangkitkan amarahnya "Bodo amat ah, ku juga badmood, kalau 10 menit gak nelfon ku gak akan nelfon atau chat selamanya!!" Perih hati ini melihat pesan singkat itu, seperti tali yang ingin terputus. Begitupun dengan mata yang mengalir kan air mata begitu cepat di pipiku. 

Kini berdebat tak ada ujung-ujungnya, saling menyalahkan. Masalah semakin rumit berkepanjangan. "Semua orang punya titik kesabaran, aku tau kamu sibuk, udah cukup sabar nunggu kamu ngasih kabar di kasih kabar aja udah seneng apa lagi denger suara kamu , tapi kali ini aku bener bener kecewa sama kamu marah gara gara kaya tadi? Aku rasa titik sabar aku uddah cukup habis , aku udah kasih waktu 10 menit untuk kamu nelfon, apa susah nya sih cuma nelfon doang? Kamu kaya gak serius sama aku! Mulai sekarang aku gak akan kontak kamu lagi .. bye". 

Gundah....gundah di hatiku, sakit bak tertusuk duri, begitu mudah menuliskan pesan. Berharap hanyalah mimpi buruk yang singgah di tidurku. "Ini nyata, bukan mimpi" tidak mungkin tak percaya, bertambah lebar luka ini. Benar sudah tak bisa terbendung lagi, air ini mengalir deras dengan rasa sakit yang menggebu-gebu. " Maaf aku salah, egois, ku gak sempurna seperti yang kau harapkan, maaf atas kekurangan ku yang egois," . 

Pesan singkat ku untuk mengakhiri perdebatannya, mengalah adalah salah satu kunci yang paling tepat. Dia langsung paham maksudku, tak ada lagi kata yang saling menyalahkan hanya sedikit luka yang masih membekas. "Iya aku maafin , tapi aku masih belum bisa balik seperti kemarin, masih gak mau ngomong sama aku?" pesannya. Ku masih kalut, hanya bisa memberitahu "Besok saja ngomongnya". Dia juga merasakan yang ku rasakan, terus mencoba untuk berbicara denganku. Usahanya yang membuat hati ini luluh kembali, ingin mengajak berbicara dengannya. Hanya rasa sayang teramat dalam yang bisa mengembalikannya.

Bingung akun grab mu kena suspend ? Dapatkan solusinya!

0 Response to "Cerpen 10 Menit Lagi 2017"

Post a Comment

Blog allow coment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel