Cerita ayah ku tentang masa kecilnya

Hai semuanya kali ini saya bakal ceritain tentang pengalaman pribadi dari ayah saya, tujuan dari pembuatan artikel ini untuk memotivasi anak anak yang memiliki keluarga yang sudah berpisah.

Menjadi anak yang memiliki orang tua yang sudah berpisah memang lah tidak enak banget ya guys karena denger dari cerita orang tua saya saja sudah cukup membuat hati saya menangis, apa lagi dia yang mengalami kejadian ini secara langsung.
Oke langsung aja di simak cerita ini benar benar kisah nyata dan untuk kamu para orang tua yang ingin berpisah sebaiknya kamu urungkan niat buruk tersebut.
Langsung aja di simak berikut cerita nya:

Ayah ku memiliki keluarga utuh sewaktu ia berumur 5 tahun namun nasib berubah ketika orang tua bertengkar dan sudah tidak sejalan lagi dan memutuskan untuk berpisah.
Ayah saya pun dan adiknya di bawa oleh ayahnya karena umur nya yang masih kecil dan tidak bisa untuk memilih sendiri.
Perjalanan nya pun di mulai di saat Orang tuanya berpisah, setahun kemudian ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang cantik dan masih muda dari hasil perkawinan tersebut mereka memiliki 3 orang anak.

Namun yang namanya ibu tiri tidak sesayang ibu kandung sendiri, si ibu ini tidak memperlakukan ayah saya selayaknya anak kandungnya sendiri.
Mulai dari mencuci hingga makanan yang cukup enak di masanya di sumpetin untuk anak kandungnya dan ayah saya pun tidak mendapatkan nya, dari sini saya cukup mengerti bagaimana rasanya anak kecil di umur 7 tahun mendapatkan perlakuan seperti itu.

Saya sebagai penulis cukup perihatin untuk anak anak di jaman sekarang yang makan tinggal makan namun masih banyak yang menunda nunda karena keasikan bermain gadgetnya, karena setelah saya mendengar cerita ayah saya ini saya sangat sedih karena ia untuk makan saja mencari ikan dulu di sawah di tambah kayu bakar yang sulit untuk di nyalakan bagi anak yang masih berumur di bawah 10 tahun.

Bayangkan saja sudah cape nyari ikan di sawah di tambah dengan cape untuk menunggu kayu tersebut nyala apa lagi kalo lagi musim hujan kayu bakar tersebut benar benar susah untuk di nyalakan ucap beliau.
Lalu bagaimana kalo tidak nyala? Kayu nya pasti nyala tapi proses untuk menyalakan nya yang cukup lama kalo tidak nyala udah cape ga makan dong.
Tapi dia tidak kehabisan ide untuk makan untuk esok hari dan seterusnya, setelah menangkap ikan dia mencari kayu bakar dan jika basah sore harinya di keringkan terlebih dahulu di samping tungku kayu bakar saat dia memasak ikan tersebut agar esok harinya tidak terlalu susah untuk di nyalakan.

Setelah cape menangkap ikan dan memasak seorang diri mereka pun menikmati hasil tangkapan ayah ku tersebut.
Ayah ku dari umur 7 tahun sudah di biasakan untuk hidup mandiri mulai dari mencari makan hingga mencuci baju sendiri, tak heran jika orang Bandung memiliki istilah "jika di lepas di hutan juga bisa hidup" mungkin karena kebanyakan orang Bandung mengalami nasib yang sama di jaman yang masih kurang maju sekitar tahun 1970 an.

Pelajaran yang dapat di ambil dari posting an kali ini adakah, "jika kamu memiliki keluarga yang masih utuh sayangi lah mereka dan jika kamu anak yang manja bantu lah ibu mu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan untuk kamu yang makan aja susah sebaiknya lebih menghargai makanan''.
Terima kasih sudah membaca jika ingin tahu part 2nya silahkan berkomentar.

Bingung akun grab mu kena suspend ? Dapatkan solusinya!

0 Response to "Cerita ayah ku tentang masa kecilnya "

Post a Comment

Blog allow coment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel