Cerita Temanku Saat Masa Kerja di Human Resource and Development (HRD) Ternyata Ini Trik Di Terima Kerja


Mencari lowongan kerja sudah tak lagi asing ditelinga kita, untuk memenuhi administrasi lamaran kerja diwajibkan untuk membuat Curriculum Vitae (CV), sebab ini merupakan elemen yang sangat penting. Apabila salah dalam membuatnya, bisa jadi surat lamaran Anda tidak akan diliat sama sekali oleh bagian Human Resource and Development (HRD) perusahaannya. Begitupun jika Anda mengemasnya dengan benar maka surat lamarannya akan membawa kesuksesan di perusahaan yang diimpikan.


Nah, saya ini ingin bercerita tentang teman saya yang pernahmenjadi karyawan HRD mengenai trik dalam mengemas surat lamaran. Dia bercerita bahwa pengalamannya semasa merekrut orang yang akan menjadi pergawai dalam perusahaan ditempatnya bekerja. Begitu banyak orang tertarik dengan share  membuat tips CV dan wawancara kerja. Menurutnya dia belum terlalu ahli namun dia paham mencari orang yang cocok dengan posisi yang dibutuhkan juga susah.

Untuk pertama kalinya dia masuk di HR practice di perusahaan sekarang memegang project odp atau office development program yang which is requirementnya tinggi dan minimalin pake angka tertentu bikin pusing banget. Dia melakukan screening sendirian yang jumlahnya lebih dari 1000 pelamar dengan waktu tenggang sekitar seminggu. Semenjak itu dia bisa menyimpulkan sesuatu supaya lamaran orang mudah di screening oleh rekruter.

Dia juga bercerita pengalamannya saat merekrut pegawai, kemudian membagikan trik supaya surat lamaran kerja bisa diterima dengan baik. Syarat yang harus di penuhi untuk di terima dengan baik. Katanya ketika megirim lamaran Subjectnya harus jelas yang Email, usahakan menggunakan subject yang terkiat. Dia pun memberikan contohnya di perusahaan A membuka loeoengan resepsionis maka subjek yang digunakan di Emailnya pun seperti ini (apply for recepcionist). Kalau yang kayak gini katanya bakal keliatan udah ada niatan nyari kerja.

Terus dia juga melihat dari segi Body Tex. Dia sering banget menerima Email kosong Blong, keliahtan banget kalau ngirimnya asal-asalan dan gak serius. Minimal ada pesannya sedikit yang berkaitan dengan isi dan tujuannya untuk melamar kerja, itu akan terlihat jau lebih serius. Tapi iya juga dih, ku juga pernah ngalamin yang kayak gini, ngirim lamaran lewat email yang di krim Cuma sayartnya doang, pantesan gak pernah di panggil ternyata ini faktornya, ya cukup dimaklumkan saja sih freshgraduate.

Dia juga mengatakan ada juga yang ngirim body text surat lamaran yang panjang lebar sampe satu lembar, padahal cukup nulis intinya saja sudah cukup cause udah ada CV. Surat lamaran hanya ngasih tau tujuan dan maksud dan perkenalan. Terus gak cuma itu aja yang ahrus di perimbangkan, bgai fresh garduates dan professional diharapkan bisa menggunakan bahas inggdri dan belajar bahasa inggris, karena hal ini sangat perlu lho. Menggunakan bahasa Inggris akan jauh lebih meningkatkan levelan lebih baik dan terlihat lebih profesional. Dia bilang kalau baca surat lamaran yang pake Bahasa Indonesia apalagi jiplak dari mbah google udah terlalu bosen hahahaha.


Dia pun mengkritik soal bentuk CV yang terlihat profesional gak ada batesannya untuk berapa lembar. Tapi mohon maaf aja harusa tau diri juha jangan sampe 10 lembar, rekruter akan lebih suk abentuk format professional kayak gini. Gak ada foto juga gak apa-apa yang paling penting rapih jelas dan jangan malu untuk menceritkan experinces dan job desc dulu di tempat kerja. Katanya penting banget untuk mempertimbngkan kecocokan dengan pekerjaannya.

Dia juga bilang kalau tulisannya harus jelas dan padat, hal-hal informatif seperti GPA (IPK) TOEFL certifications dan skills yang kmu punya. Seandainya mahir bahasa jepang dan pernah les tulis yang kamu pahami dalam bahasanya. Hal ini cukup membantu hal-hal yang infromatif buat dia. Kalau bisa sih ceritain kamu dulu dutynya di bagaian apa?. Itu cukup membnatu rekruter screening.

CV sampai 2-3 buat dia diwajarkan jangan sampe nulis pengalaman kamu dari TK sampe kuliah tulis semua, katanya eneg saat membacanya. Setidaknya sampe kuliah atau 5-8 tahun aja. Kalao kamu nulisa pernah menang lomba gambar pas kelas X SMA ya... basi.

Katanya bentuk CV professional pake sperti gitu its ok, kecuali kamu orang design yaa di design lebih menarik sih gapapa. Tapi tetep harus jelas dan padat juga. Dia juga kesringan menemukan CV gak mandang estetika lagi yang penting rapi, informatis, dan menggambarkan diri anda.

Super bawel dan ribet nih temenku, padahalkan semakin seperti ditekankan sperti itu banyak orang yang gak jujur alias informasi yang diberikan palsu. Sementara lulusan di Indonesia kebanyakan hanya sampe sekolah menengah atas. Apalagi yang dari kampung, palingan belajar bahas inggris doang. 

Tapi yang ini ada benernya juga sih, misalnya negalamr haru ngeliat persyaratannya dengan hati-hati dan teliti. Apa yang perlu di kirim kalo misalkan di iklannya bertuliskan perintah mengririm doto, CV, surat lamaran, kamu hanya perlu mengikuti persyaratannya dan jangn inisiatif nagih sesuatu yang gak diminta. Yang ada malah buang tenaga saja, jika iklannya bilang selipakan TOEFL yang maka harus di beri scanannya.

Menurutnya lebih efektif dan efiesien lewat mail dibandingkan dengan mengririm ke kantor pos, yang ada CV kamu cuman jad kertas bekas untuk printan. Baginya kerja jadi rekriter itu harus teliti dan sabar, so gak gampang nyari orang yang pas. Bukan mencari orang yang terbaik namun yang pas. Tunggu saja jika kamu tak mendapatkan panggilan selama 3 minggi cobalah ke tempat yang lain, berdoalah dan jangan pernah menyerah. Semua rezeki itu sudah ada yang ngatur asalkan kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh insyaallah akan ada jalannya yang terbaik.

Bingung akun grab mu kena suspend ? Dapatkan solusinya!

0 Response to "Cerita Temanku Saat Masa Kerja di Human Resource and Development (HRD) Ternyata Ini Trik Di Terima Kerja"

Post a Comment

Blog allow coment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel