Cara Mudah Meningkatkan Belajar dan Prestasi Siswa

Cara Mudah Meningkatkan Belajar dan Prestasi Siswa

Cara Mudah Meningkatkan Belajar dan Prestasi Siswa

Ilustrasi Siswa yang Aktif Belajar

Menjadi guru yang supel itu tidak lah terlalu mudah, bisa dibayangkan guru harus mentrasnfer ilmu ke siswa yang memiliki berbagai karakter. Bisa di bilang sangat merepotkan, tapi itu bukanlah suatu keluhan untuk dijadikan alasan tak mau mengajar. Saya yang berprofesi sebagai guru justru sangat menyenangkan berada yang dimana siswanya memiliki berbagai karakter. Disamping kita dapat mengetahui karakter anak, tetapi juga kita mendapatkan wawasan pentingnya untuk memahami karakter anak, menjadi lebih kreative dalam belajar mengajar dan berbagi kasih sayang dengan siswa.

Banyak sekali metode dan cara yang pernah saya lakukan untuk meningkatkan belajar dan prestasi siswa. Terkadang metode yang saya gunakan meleset dari yang saya harapkan. Entah mengapa kali ini metode yang saya gunakan bisa berhasil membuat siswa-siswi menjadi lebih rajin bahkan menyenangi pelajaran yang saya ajarkan. Bisa dilihat hasilnya sungguh mengejutkan nilai ulangan harian mereka termasuk sangat baik. Nah, maka dari itu saya ingin berbagi pengalaman cara meningkatkan belajar dan prestasi siswa.

Cara Meningkatkan Belajar dan Prestasi Siswa

1. Menjadi Guru yang Tegas
Saya pernah terlalu memanjakan siswa sehingga berakibat buruk untuk kedispilinannya. Nah, karena kejadian itu saya merubah metodenya menjadi guru yang lebih tegas. Karena kalau kita mmebiarkan anak yang penuh dengan kemanjaan, jatuhnya tidak disiplin dan malas dalam mengerjakan tugas. Untuk mengatasi itu semua, saya membuat perjanjian dengan siswa jika malas dan tidak disiplin akan diberikan hukuman. Misalnya anak tidak mengerjakan tugas yang saya berikan, sanksi yang saya berikan di suruh mengerjakan tugasnya menjadi 2 kali lipat. Apabila siswa tetap tak mau mngerjakan tugas maka sanksi nya belaku kalipatan.

Kemudian jika dia terus mengulangi kesalahan yang sama keluarkan dia dari jam pelajaran kita, supaya siswa mengintropeksikan dirinya sendiri untuk mengetahui keslahan apa yang dia buat. Saya juga sambil memantau dia apa yang di kerjakan. Disinilah anak akan memahami pentingnya bertanggungjawab sebagai peserta didik yang baik. Hasilnya juga ketika tegas dengan siswa, maka mereka secara perlahan akan berubah.

Jangan lupa kita sebagai guru harus memujinya di saat mereka yang sudah mau berubah sedikit demi sedikit. Jika mulai menurun, berikan kritikan kalau kita kecewa atas perubahannya. Seringlah Menegur mereka ketika melakukan sebuah kesalahan, jangan sampai kita lelah menegur mereka, karena kunci kesuksesan ada pada guru, selebihnya gimana anak mau menanggapi. Untuk saat ini saya jika ada siswa yang sulit untuk di ajak berubah di suruh untuk melakukan hafalan surat pendek. Nah, insyaallah dengan sering membaca mendekatkan diri pada sang pencipta pintunya untuk berubah segera di buka.

2. Menggunakan Pembelajaran yang Kreative
Saya ketika mau memulai pembelajaran sering sekali memberikan games atau permainan untuk siswa selama 15 menit. Cara ini akan meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar. Otak mereka akan lebih rileks dan cepat menyerap materi yang akan di sampaikan. Selain games, terkadang saya memberikan yel-yel untuk mereka. Nah setelah melakukan hal tersebut tahap berikutnya ke materi pembelajaran, karena di sekolah saya mengajar masih kurang fasilitasnya. Setiap ke materi saya memberikan materi pokok yang mau di bahas, jika sudah selesai saya memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan poin-poin pentingnya.

Setiap poin saya menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan maksud dari materinya yang mau di bahas. Jika sudah selesai saya tinggal menyimpulkan dan meluruskan kembali maksudnya. Jangan lupa kita memberikan pujian ke setiap siswa yang mau menjelaskannya. Dengan cara ini, siswa akan jauh lebih aktif dan lebih cepat menyerap materinya. Karena tidak secara langsung materi yang di bahas, di jelaskan secara berulang-ulang. Nah, itu yang menggunakan medianya buku.

Selanjutnya dengan menayangkan video pembelajaran. Biasanya saya memutarkan sebuah video dan meminta siswa untuk mengamatinya sekaligus memahaminya. Jika siswa belum dapat menyerap, biasanya saya akan memutarkan kembali sampai benar-benar siswa paham maksudnya. Saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat mengenai maksud dari video tersebut.

Otomatis siswa akan jauh lebih aktif dalam belajar, dengan kebiasaan kita memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan pendapatnya. Maka secara otomatis akan memancing siswa yang lain untuk menyampaikan pendapatnya juga. Selain itu kita tak sengaja mengajarkan siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan bertanya. Ini juga bermanfaat jika suatu saat Anda perlombaan debat maka siswa kita sudah mempunyai mental yang cukup bagus untuk mengikuti lomba tersebut. Masih banyak sekali metode mengajar yang bisa Anda lakukan, buatlah sekreative mungkin untuk meningkatkan belajar siswa.

3. Memberikan Reward Pada Siswa yang Aktif dan Berprestasi
Saya sering sekali memberikan semacam peghargaan kepada siswa yang aktif atau pun yang berprestasi. Maksud dari yang berprestasi ini bukan berarti siswa yang berhasil mendapatkan juara dalam setiap perlombaan. Jadi ketika siswa berhasil mendapatkan nilai 100 saat ulangan harian, saya memberikan reward berupa cokelat. Kenapa memberikan reward? Di sini saya menghargai kerja keras bagi setiap siswa yang mau belajar dengan sungguh-sungguh.

Adanya reward ini, siswa akan cenderung lebih semangat belajarnya. Apalagi ketika kita memberikan hadianya di depan siswa yang lain, hal ini akan membuatnya lebih semangat belajar dan bangga sekaligus memotivasi siswa yang lain untuk belajar. Anda jangan sampe berfikiran kalau cara ini membuang uang saja sementara kebutuhan ekonomi semakin meningkat. Saya yang masih guru honorer masih mau berbagi rezeki dengan mereka, lagian gak mahal kok yang terpenting ada reward. Gak harus mahal OK. Inget ya, Rezeki itu sudah ada yang ngatur. Jangan mempermasalahkan uangnya nanti habis.

4. Budayakan 15 Menit Membaca Sebelum Ulangan Harian
Setiap kali saya ingin memberikan evaluasi belajar atau ulangan harian, saya memberikan kesempatan siswa untuk membaca materi yang mau di ujikan. Seringkali siswa lupa bahwa hari ini ada ulangan harian, maka dari itu saya memberikan kesempatan untuk siswa belajar terlebih dahulu. 

Biasanya saat waktu 15 menit membaca saya berkeliling untuk memastikan siswa benar-banar belajar atau tidak, biasanya saya memantau siswa yang terbilang malas. Jika siswa sudah siap, saya meminta seluruh siswa untuk mengumpulkan buku catatan untuk di letakkan di meja barisan yang paling depan. Hal ini untuk menghindari kebiasaan buruk untuk menyontek.

5. Mengecek Kelengkapan Buku Catatan Siswa
Sambil menunggu anak mengerjakan soal ulangan, biasanya saya mengecek buku catatan. Untuk mengetahui kelengkapan catatan yang sudah di jelaskan oleh saya. Catatan di buku itu menurut saya sangat penting, karena di sekolah masih sangat terbatas. Dengan adanya catatan ini bisa digunakan untuk media belajar siswa di rumah. 

Jika ada siswa yang kurang lengkap catatannya biasanya saya langsung menegur dan menyuruh untuk melengkapinya secepat mungkin atau tidak bisa lagi mengikuti di jam pelajaran saya. Ini untuk melatih kedispilan dan tidak lepas tanggungjawab sebagai siswa. Jika kebiasaan ini terus di biarkan maka akan terbiasa ketika berada di dunia kerja.

6. Mengulas Pembelajaran yang Sebelumnya
Cara ini terbilang cukup bagus lho, saya pun menerapkannya sebelum ke materi berikutnya terkadang mengingatkan kembali pembelajaran yang sebelumnya. Usahakan jangan kita yang menjelaskan, tapi anak-anak. Kadang saya bertanya ke anak-anak yang lemah dalam mengingat. Bisa juga anak-anak yang bersedia menjelaskan kembali.

Nah, supaya cara ini berjalan dengan mulus saya sering memberikan reward kepada siswa yang aktif yaitu berupa poin. Hal ini bertujuan supaya siswa tetap aktif dan memancing siswa lain untuk berpartisipasi

7. Terus Memberikan Motivasi Belajar Siswa
Seperti yang saya ketahui di era modern ini mencari lapangan pekerjaan yang sesuai dengan selera kita itu sangat sulit. Soalnya saya berpengalaman tentang hal ini. Sesekali saya meberikan motivasi sebelum jam pelajaran di mulai atau ada sisa waktu. Usahakan ketika kita mau meberika motivasi ke siswa berdasarkan pengalaman sendiri. Biasanya siswa akan jauh tersentuh dan memahaminya. Saya sering sekali menceritakan tentang perjalanan karir yang tak semulus harapan.

Dengan itu siswa akan mempersiapkan bekal untuk masuk ke dunia kerja. Caranya atau kuncinya hanya satu yaitu belajar yang lebih giat dan mau disiplin. Sehingga siswa akan lebih muda menemukan skill yang dimiliki. Jika dari sekarang tidak dipersiapkan maka siswa kita akan kalah bersaing dengan yang lainnya. Karena pada hakikatnya siswa yang sekolah itu memiliki 2 tujuan yaitu menuntut ilmu dan bekerja.

Untuk itu kita sebagai guru, berikanlah sedikit pengalaman yang sekiranya bisa mendorong siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar untuk tidak menyia-nyiakan menikmati bangku sekolah. Selain itu juga saya sering memberikan motivasi yang berkaitan dengan pendidikan moral bangsa. Mengajarkan tentang sopan santun dan menghindari pergaulan yang bebas yang akan merusak masa depan mereka.

8. Mengevaluasi Pembelajaran Per Semester

Hal yang biasa saya lakukan ketika sudah berpindah semester yaitu meminta pendapat siswa mengenai pembelajaran selama satu semester. Jika ada masukan atau kritikan dari siswa sebaiknya kita terima, di gunakan untuk evaluasi belajar. Berpeluang untuk meningkatkan belajar siswa. Bagaimana pun caranya, kita harus mengetahui pendapat siswa mengenai cara belajar kita. Kita gunakan sebgai batu loncatan untuk jauh lebih baik.

Ya mungkin itu yang dapat saya bagikan mengenai pengalaman mengajarnya. Segala sesutau itu butuh proses, apalagi kita menghadapi dengan berbagai macam karakter yang setiap individunya mempunyai tingkat perkembangan yang berbeda, harus banyak bersabar. Cara meningkatkan belajar dan prestasisiswa yang di jelaskan benar-benar efektif kalau di hitung sih skitar 95% berhasil. Soalnya saya sudah mengalaminya anak lebih paham, setiap ulangan banyak mendapatkan nilai hampir 100 dan yang paling rendah 60.

Hal ini sangat luar biasa, dengan segala keterbatasan fasilitas semangat belajar mereka lebih tinggi. Apalagi sekolah yang mempunyai fasilitas yang memadai, pasti lebih dari ini. Ini semua tergantung Anda bagaimana mengajak atau mengolah siswa untuk belajar. Semoga cara tersebut bermanfaat untuk Anda para pahlawan tanpa tanda jasa. Ayo terus semangat untuk memajukan anak bangsa, cetak generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa dan mampu bersaing di dunia kerja dalam tingkat nasional maupun internasional.



Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Silahkan komentar sepuasnya gratis

close